spot_img
spot_img
spot_img
Kamis, Oktober 22, 2026
BerandaBirokrasi JakartaKorps Alumni KNPI Jakarta Timur Rilis Imbauan bagi Warga Terdampak Abu vulkanik

Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Rilis Imbauan bagi Warga Terdampak Abu vulkanik

- Advertisement -spot_img

JAKARTA, Jakartamuda.id – Korps Alumni KNPI Jakarta Timur mengimbau warga DKI Jakarta tetap tenang dan waspada menghadapi sebaran abu vulkanik ledakan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Warga diminta tidak panik dan khawatir dengan adanya sebaran abu vulkanik, terutama di wilayah udara Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Lampung.

Amos Hutauruk, Ketua Korps Alumni KNPI Jakarta mengungkapkan, paparan abu vulkanik mulai terdeteksi pada Minggu (6/9/20269) sekira pukul 4:00 WIB yang tersebar menjadi dua klaster sebaran.

“Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Klaster pertama dengan sebaran yang mencapai Lampung, sedangkan klaster kedua mencapai Banten, Jawa Barat dan sebagian wilayah Jakarta.” kata Amos kepada Wartawan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Ngeri: Pengamat Bencana Kanada Ramal Gempa Besar Guncang Jawa Sebelum Akhir 2026

Sejauh ini, peningkatan status erupsi Gunung Anak Krakatau sejak meletus pada Kamis lalu, masih di level 3, namun begitu, meski level 3 dan abu yang terdeteksi masih tipis, menurut Amos, kondisi itu tetap perlu diwaspadai, sebab situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Kondisi sebaran abu vulkanik tersebut tentu bisa mengakibatkan gangguan kesehatan bagi warga yang terdampak, terutama warga Jakarta. Menurut Amos, bentuk abu vulkanik itu berbeda dari debu atau abu biasa. Abu vulkanik memiliki tekstur dengan partikel yang sangat halus sehingga lebih dapat mengganggu saluran pernapasan atau menyebabkan iritasi mata, dan kulit, terutama pada balita dan anak-anak.

Karena itu, Amos mengimbau bagi warga Jakarta untuk melakukan sejumlah langkah perlindungan diri terhadap paparan abu vulkanik.

Baca Juga :  Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Resmi Dilantik, Simak Harapan Pemerintah

“Pertama, gunakan masker jika harus ke luar rumah, terutama gunakan masker N95 atau KN95, untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik. Usahakan tidak menggunakan masker kain biasa, sebab kurang efektif menyaring abu vulkanik yang bertekstur halus,” urainya.

Kedua, kata Amos, tutup jendela dan pintu, lalu matikan kipas angin atau Ac yang terhubung dengan udara di luar rumah.

Ketiga, hindarkan bepergian serta hindarkan berada di luar ruang atau di luar rumah, terutama bagi anak-anak, balita, penderita asma dan paru serta para penderita jantung. Partikel abu vulknik yang sangat halus bisa menyebabkan sesak nafas jika terhirup.

“Keempat, kalau terdapat abu di sekitar rumah, mohon sebelum membersihkannya, basahi terlebih dahulu atau diguyur dengan air. Dan jangan bersihkan abu vulkanik dengan cara disapu dalam kondisi kering, karena pertikel abu yang halus ini mudah beterbangan dan terhirup warga,” kata Amos.

Baca Juga :  Pramono: Proyek LRT ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028

Kelima, menurutnya, warga perlu menutup tempat penyimpanan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. Terutama para pedagang. Jika ada makanan atu air yang terpapar abu vulkanik sebaiknya jangan dikonsumsi, berbahaya.

“Nah keenam, bagi warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

“Warga juga bisa menghubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.” tandas Amos Hutauruk. (RED).

- Advertisement -spot_img
Terbaru
- Advertisement -spot_img
Rekomendasi
Berita Populer
- Advertisement -spot_img