JAKARTA, Jakartamuda.id – Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) tengah melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini digelar tiap 10 tahun sekali, dengan tujuan mengumpulkan data dasar dari seluruh kegiatan usaha atau ekonomi di luar sektor pertanian, untuk menyusun peta struktur ekonomi nasional hingga tingkat wilayah terkecil.
Karena pentingnya sensus tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ajakan tersebut disampaikan Adde Rosi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Menurut dia, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang sangat penting dalam menghadirkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sebagai Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Banten I (Lebak–Pandeglang), saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif sukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh BPS,” tulis Adde Rosi dalam keterangan resmi, dikutip media Jejaring Zona Rilis, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan merupakan pendataan yang bertujuan untuk kepentingan perpajakan. Menurutnya, kegiatan tersebut murni dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi serta potensi perekonomian Indonesia.
Adde Rosi juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi kepada petugas BPS. Sebab, seluruh data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Lebih lanjut, legislator Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Banten I itu menilai partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi yang lebih efektif.
Menurutnya, data hasil Sensus Ekonomi akan menjadi dasar dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja baru, hingga mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.
“Partisipasi masyarakat melalui penyampaian data yang benar, lengkap, dan jujur akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan di berbagai daerah,” ungkapnya.
Di akhir pesannya, Adde Rosi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
“Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi menghadirkan data berkualitas untuk pembangunan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Data Berkualitas, Indonesia Maju,” tandasnya.
Diketahui, salah satu sasaran utama sensus ekonomi 2026 ini adalah mencatat Seluruh Usaha, termasuk mendata semua unit usaha mulai dari skala mikro dan kecil (UMKM), menengah, hingga perusahaan besar. Sensus ini juga menyediakan Kerangka Sampel yang menjadi acuan data dasar untuk berbagai survei ekonomi lanjutan dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.
Sensus juga memotret tren baru, menangkap perkembangan sektor modern seperti ekonomi digital, e-commerce, dan ekonomi lingkungan.
Manfaat Sensus Ekonomi 2026?
Manfaat bagi Pemerintah, diantaranya, menjadi landasan perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program ekonomi yang tepat sasaran. Sedangkan manfaat bagi Pelaku Bisnis, yakni memberikan informasi potensi pasar, peta pesaing, dan arah tren industri untuk strategi ekspansi atau investasi.
Sensus juga bermanfaat bagi Akademisi, yakni menyediakan sumber data valid guna mendukung riset mendalam mengenai dinamika sosial-ekonomi publik.
Sementara manfaat untuk Masyarakat dan Pelaku Usaha, diantaranya adalah:
Pertama, program bantuan dapat lebih tepat sasaran: Pemerintah memakai data sensus untuk membuat program atau modal bantuan UMKM agar tidak salah arah.
Kedua, diklaim dapat menambah lapangan kerja, yakni pemetaan potensi usaha membantu pemerintah merancang aturan yang membuka lowongan kerja baru.
Ketiga manfaat untuk strategi bisnis yaitu, Pelaku usaha kecil, menengah hingga besar bisa melihat peta pesaing dan tren pasar di sekitar wilayah mereka. (*/RED)







