spot_img
spot_img
spot_img
Selasa, Agustus 25, 2026
BerandaBirokrasi JakartaPramono: Proyek LRT ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028

Pramono: Proyek LRT ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028

- Advertisement -spot_img

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proyek perpanjangan rute LRT Jakarta fase lanjutan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028 atau awal 2029. Pengerjaan jalur transportasi massal dari kawasan Manggarai menuju Dukuh Atas ini dipastikan berjalan lancar karena memanfaatkan lahan yang sudah siap eksekusi.

“Mudah-mudahan tahun 2028 akhir atau 2029 sudah selesai karena tidak ada pembebasan lahan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Museum Seni dan Keramik, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga :  Siapkan Pendamping dan Transportasi, Wali Kota Jaktim, Munjirin Jemput Danish ke Bangku Sekolah

Pramono memastikan kesiapan pengerjaan fisik di lapangan, termasuk pembangunan proyek pedestrian deck di kawasan integrasi Dukuh Atas. Guna mempercepat realisasi proyek strategis ini, Pemprov DKI Jakarta bergerak taktis dengan mengamankan dukungan finansial penuh melalui kas daerah agar pengerjaan infrastruktur tidak terhambat masalah birokrasi anggaran.

“Sekarang ini anggarannya sudah dipersiapkan di APBD yang sekarang sehingga bisa langsung dikerjakan,” tegas Pramono.

Pemerintah memproyeksikan total investasi untuk pembangunan jalur kereta layang ini mencapai Rp12,5 triliun. Nilai fantastis tersebut tidak hanya mencakup pemasangan rel, tetapi juga pembangunan infrastruktur penunjang berupa belasan stasiun baru di sepanjang jalur lintasan.

Baca Juga :  Alpine Perkenalkan Prototipe Mobil Sport Listrik A110 Future

“Dari Velodrome sampai dengan Manggarai sekarang ini kurang lebih biayanya 12,5 triliun yang akan diresmikan di 11 stasiun,” urai Pramono.

Penambahan jalur menuju Dukuh Atas ini otomatis menambah panjang bentangan rel LRT Jakarta secara keseluruhan. Proyek ekstensi ini dirancang secara terintegrasi untuk memperluas jangkauan layanan angkutan umum massal berbasis rel di wilayah ibu kota.

“Panjangnya 12,5 kilometer. Nanti tambah 2 kilo sampai dengan Dukuh Atas. Jadi sekitar 14,5 kilometer,” kata Pramono.

Baca Juga :  Hapus Denda ETLE, Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro

Langkah akselerasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi makro yang jauh lebih modern, efisien, dan ramah pengguna. Konektivitas antarmoda di titik-titik krusial diyakini akan mempermudah pergerakan mobilitas masyarakat sekaligus menekan angka kemacetan di Jakarta.

“Dan kalau itu terjadi maka konektivitas Jakarta makin apa makin terkoneksi dengan baik,” kata Pramono. (Net/ist).

- Advertisement -spot_img
Terbaru
- Advertisement -spot_img
Rekomendasi
Berita Populer
- Advertisement -spot_img