spot_img
spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 21, 2026
BerandaHeadlineKapolri Perintahkan Aksi Pungli dan Premanisme Ditindak Tegas

Kapolri Perintahkan Aksi Pungli dan Premanisme Ditindak Tegas

- Advertisement -spot_img

JAKARTA, Jakartamuda.id – Aksi Premanisme dan pungutan liar (pungli) yang kerap meresahkan pelaku usaha di berbagai tempat dan Kawasan Industri, kini bakal mendapatkan ganjaran setimpal. Baru-baru ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran menindak praktik pungli dan premanisme di kawasan tersebut.

Menurut Jenderal Sigit, praktek pungli dan premanisme bisa mengganggu aktivitas perusahaan serta iklim investasi. Hal itu disampaikan Jenderal Sigit dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga :  Jakarta Aman, Pemprov DKI & Marinir "High Five" Demi Ibu Kota!

Acara yang bertajuk ‘Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi’ ini dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.

Di hadapan perwakilan pekerja dan pengusaha, Jenderal Sigit meminta setiap bentuk gangguan keamanan segera dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut harus direspons dengan cepat agar tidak mengganggu kegiatan produksi maupun operasional perusahaan.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujarnya lansir detik dikutip Sabtu, (11/9/2026).

Baca Juga :  GERTAK Apresiasi Langkah KPK Tangkap Terduga Koruptor Dana Siap Pakai Bencana di BNPB

Jenderal Sigit menegaskan jaminan keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dunia usaha. Penanganan terhadap pungli dan premanisme diperlukan untuk melindungi para pekerja dalam menjalankan aktivitas.

Kondisi tersebut semakin penting karena Indonesia tengah mendorong hilirisasi pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, energi, pangan, hingga manufaktur. Program tersebut diharapkan menghasilkan nilai tambah serta membuka semakin banyak lapangan pekerjaan.

Masuknya investasi dibutuhkan untuk mendukung upaya tersebut. Namun, kata Jenderal Sigit, investasi akan tumbuh apabila didukung kepastian hukum dan stabilitas keamanan. “Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” tandasnya.

Baca Juga :  Alson Naibaho:  Jika UU Perlindungan Ketenagakerjaan Tak Sesuai Aspirasi Buruh, Siapkan Aksi dan Gugatan

[*/REDKBB]

- Advertisement -spot_img
Terbaru
- Advertisement -spot_img
Rekomendasi
Berita Populer
- Advertisement -spot_img