spot_img
spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 21, 2026
BerandaInternasionalKongo, Gunung Emas dan Tanda Akhir Zaman

Kongo, Gunung Emas dan Tanda Akhir Zaman

- Advertisement -spot_img

Ditemukannya gunung emas di Provinsi Kivu Selatan, Kongo telah memantik tanda-tanda datangnya akhir zaman. Penemuan ini berasal dari mengeringnya Sungai Efrat yang berubah menjadi gunung emas.

KIVU, KONGO – Dalam suatu Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Sudah dekat suatu masa (kiamat) di mana Sungai Efrat akan menjadi surut airnya, lalu tampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

lalu sabda Rasulullah SAW lainnya, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga Sungai Eufrat surut dan menyibakkan gunung emas. Di atasnya orang-orang berperang sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadis itu, dapat diambil kesimpulan bahwa gunung emas muncul di aliran Sungai Eufrat. Sungai Eufrat sendiri berhulu di Murat Su, Turki. Dari hulu, aliran airnya mengalir melewati daearah Suriah, Irak, Arab Saudi dan bermuara di Iran. Sedangkan gunung dengan kandungan emas tinggi yang kini menjadi serbuan penambang berada di di daerah Luhihi, Provinsi Kivu Selatan, Kongo.

Baca Juga :  Kiprah Sri Rejeki di Women’s Committee ITUC-AP di Bangkok

Segera setelah penemuan itu, ratusan orang membanjiri gunung di Luhihi. Sebuah video menunjukan banyak orang menggali tanah dan menemukan biji emas dalam jumlah banyak di gunung ini. Seperti dilansir Unilad, video tersebut berasal dari Republik Demokratik Kongo Afrika.

Setelah berita tentang emas yang digali dari gunung di daerah itu tersebar, ribuan orang bergegas ke gunung dan memulai perburuan harta karun tersebut.

Venant Burume Muhigirwa, Menteri Pertambangan Kivu Selatan, mengatakan masuknya penggali membuat ramai desa kecil tempat gunung itu berada, sekitar 50 km dari ibu kota provinsi, Bukavu.

Baca Juga :  Dunia Kian Genting, China Diperkirakan Punya 500 Jet Siluman J-20, Lampaui Armada AS

Namun demikian, banyak kalangan muslim di Kongo telah mengaitkan kemunculan emas itu dengan hadis-hadis tentang akhir zaman. Terutama soal larangan yang disabdakan Nabi Muhammad SAW untuk tidak mengambil satu butir pun emas dari lokasi tersebut.

Demam emas yang terjadi di wilayah tersebut rupanya telah menarik banyak ribuan penggali datang ke lokasi gunung emas. Hal itu juga menyebabkan adanya tekanan terhadap desa kecil yang terletak 50 kilometer dari ibu kota Provinsi Bukavu sejak akhir Februari 2021 lalu.

Hingga akhirnya pemerintah Kongo menghentikan semua kegiatan yang berkaitan dengan penambangan baik di dalam maupun di sekitar desa Luhihi pada saat itu. Larangan dari pemerintah Kongo tersebut dikeluarkan dan ditujukan kepada para penambang, pedagang hingga anggota Angkatan bersenjata di Republik Kongo (FARDC).

Mereka diminta untuk segera meninggalkan lokasi tambang emas yang saat itu viral, dan berlaku sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut. Penghentian sementara terkait kegiatan penambangan di wilayah dalam maupun sekitar desa Luhihi tersebut. Itu dilakukan guna memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang artisanal.

Baca Juga :  Dihantam Rudal Iran, Kapal Induk AS Remuk, Kabur dari Medan Pertempuran

Pemerintah Kongo juga hendak memastikan, bahwa mereka yang menambang di sana adalah mereka yang benar-benar terdaftar di regulator penambangan. Selain itu, emas juga disebut-sebut bisa menjadi salah satu sumber daya alam yang dimiliki Kongo. Namun dikenal sebagai bahan konflik di negara tersebut. Pembunuhan dan konflik berdarah tak terhindarkan, terlebih dengan keterlibatan kelompok bersenjata dalam aktivitas penambangan yang dilaporkan telah memaksa warga setempat untuk menambang di tempat tinggal mereka.

Apabila bijih emas yang ditambang sudah dihasilkan, kelompok bersenjata itu kembali menggencarkan aksinya dengan memungut pajak dari para penambang dan membelikan senjata serta menggaji para militan. Hingga kini konflik masih terus terjadi di daerah tambang emas tersebut. [Berbagai sumber/RED]

- Advertisement -spot_img
Terbaru
- Advertisement -spot_img
Rekomendasi
Berita Populer
- Advertisement -spot_img